Written by 2:50 am Informasi, Tips & Trik

Perbedaan Reseller dan Dropshipper dalam Bisnis Online

Perbedaan Reseller dan Dropshipper dalam Bisnis Online

Di era serba digital, berjualan online menjadi salah satu alternatif paling mudah untuk menambah penghasilan, bahkan banyak diantara masyarakat yang menjadikannya penghasilan utama dan fokus mengembangkan bisnis dibandingkan harus kerja kantoran.

Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis online, ada beberapa metode bisnis online yang bisa kamu coba, yaitu menjadi reseller dan dropshipper.

Sebelum memulai bisnis jual beli online, memang ada baiknya kenali dulu perbedaan antara reseller dan dropshipper. Meskipun kedua istilah ini berkaitan erat dengan kegiatan jual beli online, namun sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

Agar lebih mudah mengetahui perbedaan kedua istilah tersebut, sebaiknya Anda memahami apa arti dari kedua istilah tersebut. Lalu apa itu reseller dan apa itu dropshipper?

Pengertian Reseller dan Dropshipper

Reseller adalah kegiatan membeli produk atau barang dengan harga tertentu kemudian barang tersebut dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dengan demikian, selisih harga ini merupakan keuntungan bagi reseller.

Namun untuk sistem reseller, kamu diharuskan untuk stok produk dengan cara membeli dari supplier maupun distributor yang menyediakan produk yang kamu jual. Biasanya reseller akan mendapatkan harga terendah di pasar, sehingga ketika kamu menjadi reseller kamu bisa menentukan harga jual sendiri dan menentukan keuntungannya sendiri.

Untuk proses pengiriman produk juga dilakukan oleh reseller sendiri, sehingga jika kamu menjadi reseller kamu perlu mengatur waktu belanja produk, packing pengiriman, menyerahkan pengiriman dan mengurus program pemasaran atau marketing toko kamu.

Lalu apa itu dropship? Dropship adalah sistem jualan online dimana kamu sebagai pihak ketiga yang bekerjasama dengan produsen atau supplier untuk memasarkan produk atau barang yang dihasilkan.

Model bisnis dropship tidak mengharuskan kamu stok produk, karena ketika dropshipper (sebutan untuk orang pelaku bisnis dropship) ini mendapat pesanan, maka akan diteruskan ke produsen atau pemilik produk. Kemudian pemilik barang atau produk ini akan menyiapkan pesanan untuk dikirimkan ke pelanggan.

Untuk informasi terkait dropshipper, kamu bisa baca juga ini : Dropship Adalah: Pengertian Dropshipping & Cara Kerjanya

Dibalik kemudahan dan potensi penghasilan yang lumayan, menjadi reseller dan dropshipper tetap ada kelebihan dan kekurangannya lho. Jadi pastikan kamu simak artikel ini sampai habis sebelum memutuskan akan mengambil metode bisnis online yang mana.

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

kelebihan dan kekurangan reseller

Setiap model bisnis ada kelebihan dan kekurangannya, berikut ini kelebihan dari reseller;

Kelebihan Reseller

  1. Reseller punya kontrol terhadap produk baik dari segi stok sampai penentuan harga jual kepada konsumen
  2. Reseller bisa memastikan ketersediaan produk yang tersedia, dan juga bisa memperbarui produk yang dijual secara berkala dan tidak bergantung pada supplier
  3. Mampu membuat deskripsi produk secara real karena memiliki produknya terlebih dahulu sebelum dijual
  4. Reseller bisa menjual secara langsung ketika menawarkan kepada konsumen
  5. Mudah membuat brand sendiri dan meningkatkan reputasi bisnis karena punya kendali penuh terhadap produk yang dijual berdasarkan ketersediaan stok.

Selain kelebihan, ada kekurangannya yaitu;

Kekurangan Reseller

  1. Reseller membutuhkan modal yang lumayan besar untuk melakukan stok agar barang yang dijual tersedia di etalase
  2. Punya risiko kerugian lebih besar jika produk yang dijual tidak laku, tapi stok masih banyak
  3. Membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, seperti untuk packingan, biaya promosi, biaya stok, perawatan barang dan lain – lain.
  4. Packing dan pengiriman dilakukan sendiri setelah ada transaksi dari pelanggan.
  5. Butuh gudang untuk menyimpan stok produk

Kelebihan dan Kekurangan Dropshipper

Kelebihan dan Kekurangan Dropshipper

Dropshipper dikenal sebagai model bisnis online yang tanpa modal, walaupun demikian ada kelebihan dan kekurangan dari dropshipper, yaitu;

Kelebihan Dropshipper

  1. Modalnya minim karena dropshipper tidak diharuskan untuk melakukan stok, packingan dan juga pengiriman.
  2. Tidak perlu manajemen produk dan quality control karena sudah dilakukan oleh supplier
  3. tidak ada kerugian yang cukup besar, karena modalnya minim dan tidak ada biaya operasional
  4. bisa mengganti supplier kapan saja jika dirasa supplier tidak bisa diandalkan.

Kekurangan Dropshipper

Dibalik kemudahan dan kelebihannya, ada kekurangan dari dropshipper yang perlu kamu perhatikan, yaitu;

  1. Tidak bisa memastikan produk tersedia kepada pelanggan karena  sulit mencari tahu stok yang ada di supplier
  2. Tidak bisa mengetahui kualitas produk yang akan dijual secara real
  3. Adanya resiko ketidaksesuaian atau ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap produk yang dijual
  4. Reputasi dropshipper tergantung kepada supplier, jika supplier dapat diandalkan maka dropshipper bisa meningkatkan brand nya lebih baik lagi.

Perbedaan Antara Reseller dan Dropshipper

Secara sistem penjualan dropship maupun reseller menjual barang yang sudah diproduksi oleh pihak lain. Jadi, apakah sistem dropship dan reseller hanya beda istilah saja? Tentu tidak, karena sistem dropship dan sistem reseller memiliki perbedaan sebagai berikut;

1. Cara kerjanya

Sistem dropship sebenarnya merupakan bisnis yang mengedepankan pemasaran secara online sehingga para pelaku bisnis di bidang ini tidak perlu memikirkan tempat untuk menyimpan stok barang jualannya. Jika ada pesanan, maka seorang dropshipper menghubungi vendor dan memintanya untuk mengirimkan barang pesanan tersebut ke alamat pemesan. Sedangkan reseller menjalankan usahanya dengan cara menjual kembali produk, baik barang maupun jasa dari distributor.

2. Persediaan

Saat kita menjadi dropshipper, kita tidak perlu membeli barang dari supplier karena kita hanya menjadi pihak ketiga antara pembeli dan supplier. Oleh karena itu, hal terpenting bagi seorang pebisnis dropship adalah mencari pelanggan, membantu proses pemesanan, dan memastikan proses pengiriman dilakukan. Berbeda halnya dengan reseller yang membeli barang dari supplier kemudian membuat barang tersebut di stock sale.

3. Modal

Karena tidak perlu membeli barang untuk dijual, seorang dropshipper tidak perlu menyiapkan modal. Paling tidak, yang dibutuhkan adalah koneksi internet yang stabil agar bisa berkomunikasi dengan lancar. Lain halnya dengan seorang reseller yang perlu menyiapkan modal untuk membeli barang yang nantinya akan ia tawarkan kepada pembeli.

4. Strategi Pemasaran

Untuk menawarkan produk kepada calon pembeli, seorang reseller bisa melakukannya secara langsung karena mengetahui stok yang dimilikinya. Namun seorang dropshipper tidak bisa melakukan hal yang sama, karena dia tidak tahu berapa banyak persediaan yang dimiliki pemasok. Hal ini juga yang membuat dropshipper lebih disarankan untuk mempromosikan produknya melalui media sosial dan pesan instan.

5. Besarnya keuntungan yang diterima

Perbedaan reseller dan dropshipper selanjutnya adalah pada jumlah keuntungan yang mereka terima. Biasanya reseller akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena memiliki stock barang dengan harga yang lebih murah.

Sedangkan keuntungan yang diterima para dropshipper bisa lebih kecil jika memilih produk yang kualitasnya biasa saja atau standar sehingga dijual di harga murah, berbeda jika kamu sebagai dropshipper berani menjual dengan harga tinggi karena sudah tahu kualitas produk lebih bagus dari yang ada di pasaran.

Dengan kata lain keuntungan dropshipper bisa lebih besar jika berani untuk jual mahal.

Jika dibandingkan, seorang dropshipper dan reseller tentunya memiliki tantangan yang berbeda. Ada yang bisa menawarkan produk secara langsung, namun ada juga yang bisa menjalankan bisnis dengan modal minim.

Itulah perbedaan antara reseller dan dropshipper, semoga kamu bisa memutuskan pilihan yang tepat dalam berjualan online ya.

(Visited 294 times, 1 visits today)
Close